Chaos dan Prediksi (Kisah sang peramal 2)

Konsultasi tarot gratis kini melanjutkan kisah sang Peramal. Ini adalah lanjutan dari Kisah Sang Peramal 1. Jadi, sebelum membaca Kisah Sang Peramal 2 ini, Baca dulu Kisah Sang Peramal 1 ya, soalnya nanti bisa nggak nyambung kalau belum membaca Kisah Sang Peramal 1. Silahkan menikmati cerita dari admin konsultasi tarot gratis!


Wanita itu bernama Saci. Matanya tajam, bisa menelanjangi hati setiap orang yang mencoba melihat wajahnya. Dia satu yang tetap yakin di tengah keraguan meskipun berada dalam pekerjaan yang penuh dengan probabilitas. Kadang dia tenggelam dalam kesendiriannya dan hanya berteman dengan angka-angka dan peta-peta.

“Kita sudah dianggap dewa, harus bisa membuat hujan, tidak boleh salah.” mendadak seorang wanita duduk di sebelah Saci sambil menggerutu.

“Ada apa Ann? Kata-katamu terdengar putus asa.”

“Aku habis dimarahi pilot pagi ini. Gara-gara hujan tadi. Hujannya hanya lima menit dan aku harus mendengar keluhan pilot itu sampai satu jam.” jawab Anna. Dia menenggelamkan wajahnya di antara kedua tangannya yang bertumpu di atas meja.

“Salah forecast* kah?”

“Iya, untung saja dia tidak menuntut. Hujan lokal kaya gitu sering banget main kucing-kucingan dengan kita.”

“Resiko jadi forecaster**. Mau gimana lagi.”

“Tetap saja aku merasa gagal. Padahal aku sudah periksa semua data. Ngga ada tanda-tanda hujan bakal muncul!”

“Alam itu sulit diprediksi. Bagian alam yang paling sulit diprediksi adalah atmosfer. Makanya para ilmuan mengatakan atmosfer adalah chaos. Dan diantara atmosfer di seluruh dunia, atmosfer tropis adalah yang paling susah diprediksi. Kamu tidak perlu merasa gagal, kegagalan semacam itu bisa mngintai kita semua. Yang penting kita sudah melaksanakan segala prosedur yang perlu dilakukan.” kata Saci sambil tetap melihat layar komputer. Mendengar apa yang dia katakan, Anna menegakkan wajahnya kembali dan menoleh ke arah wanita itu.

“Lihat siapa yang berbicara! Orang yang ramalan cuacanya tidak pernah gagal mencoba mengatakan kalau atmosfer adalah hal yang sulit tertebak. Kamu membuatku merasa tidak berguna.”

“Aku berusaha menghibur, kenapa malah dimarahi?” sahutnya sambil tertawa kecil. Dia menoleh ke arah Anna. Saci menatap Anna tepat ke dalam pupil matanya. Gadis itu spontan berpaling karena merasa ditimpa bahaya dari kedua mata Saci yang terlihat polos.

“Aku iri padamu.” kata Anna tanpa melirik ke arah Saci.

“Huh?” Saci mengerutkan kening.

“Kamu memprediksi petir di tengah musim kemarau padahal semua orang mngatakan cerah. Kamu meramalkan kemarau akan datang terlambat sementara semua orang mengatakan kemarau akan maju. Dan semua itu benar terjadi. Sampai sekarang semua orang sangat memperhatikan apa yang kamu katakan. Meskipun hanya kamu sendiri yang mengatakan sesuatu yang berlawanan, semua orang akan mengulangi analisa cuaca yang mereka kerjakan. Darimana kamu mendapat kemampuan itu? Jangan-jangan kamu benar-benar istri Dewa Indra yang bereinkarnasi.***”

“Kamu berlebihan. Sudut pandang analisaku saja yang agak sedikit berbeda. Suatu saat ada kemungkinan aku melakukan kesalahan. Aku tidak ingin ramalanku selalu tepat. Itu terlalu mengerikan.” sahut Saci. Jawabannya tidak terlalu menyenangkan untuk Anna.

Saci menatap komputernya dengan pandangan kosong. Konsentrasinya hilang. Tiba-tiba syndrom tidak mau melihat masa depan mengenainya lagi. Dia menutup mata sejenak lalu bangkit dan meninggalkan apa yang sedang dia kerjakan. Anna hanya menatapnya heran. Di tidak mampu menebak apa yang sebenarnya terjadi pada temannya itu tapi dia juga tidak memiliki tekad untuk menghalangi Saci.

***

keterangan :

* forecast adalah istilah untuk prakiraan cuaca

** forecaster adalah istilah untuk orang yang tugasnya memprakirakan cuaca

*** Dewa Indra adalah dewa hujan, dipercaya sebagai dewa yang mengendalikan cuaca. Saci adalah nama istri dewa Indra.

Demikian kisang sang peramal 2. jangan lupa menantikan kisah sang peramal 3 ya… hanya baca di web cektarot.com.

Bookmark and Share

One Response to Chaos dan Prediksi (Kisah sang peramal 2)

Leave a Reply